Breaking News

Mengetuk Empati Pemda Melawi Warga Nanga Pinoh Harapkan Sinergi Lintas Sektor untuk Memanusiakan ODGJ.

Melawi, Kalbar - IntelijenBorneo.com.
Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap berkeliaran di jalanan Ibu Kota Nanga Pinoh memicu perhatian serius dari berbagai elemen lapisan masyarakat. Tak sekadar mengeluh, Tokoh Masyarakat di Kabupaten Melawi justru menyuarakan harapan besar agar Pemerintah Daerah (Pemda Melawi) hadir dengan solusi yang lebih efektif, produktif, dan berbasis kemanusiaan.

​Elemen masyarakat menilai, penanganan ODGJ di wilayah pusat kota harus segera diakselerasi demi mengembalikan wajah kota yang aman, sekaligus menyelamatkan hak-hak hidup para penderita gangguan jiwa tersebut, agar tidak ada lagi stigma negatif atau tindakan diskriminatif terhadap ODGJ.

​Harapan Besar pada Kolaborasi Pemda Melawi dan Dinas Sosial.
​Masyarakat Nanga Pinoh menaruh harapan besar pada kepekaan sosial Pemerintah Daerah Melawi, khususnya Dinas Sosial (Dinsos) serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).
​Ada tiga poin krusial yang diharapkan masyarakat dapat segera dieksekusi secara terintegrasi:

​Jaminan Kesehatan (BPJS): Masyarakat berharap Pemda dan instansi terkait dapat memfasilitasi dan mempercepat pengurusan BPJS Kesehatan bagi ODGJ jalanan, agar mereka memiliki akses pengobatan gratis yang sah.

​Penyaluran Bantuan Sosial: Dinas Sosial diharapkan konsisten memberikan intervensi bantuan dasar, baik logistik maupun pendampingan selama proses evakuasi dan rehabilitasi.

​Optimalisasi Fasilitas RSUD Melawi: Kehadiran Dokter Spesialis Penyakit Jiwa di RSUD Melawi saat ini dinilai sebagai momentum emas. Masyarakat berharap fasilitas penunjang dan penanganan medis di RSUD dapat dimaksimalkan tanpa ada kendala birokrasi.

​Warga masyarakat khususnya Kota Nanga Pinoh, juga menyampaikan bahwa masalah ODGJ bukan sekadar persoalan ketertiban umum, (keindahan kota), melainkan masalah moral dan hukum Negara.

​"Kami, sebagai warga masyarakat  Nanga Pinoh, sangat berharap Pemda Melawi bersama Dinas terkait bergerak lebih agresif. Semua instrumennya sudah ada—kita punya Dinsos, dan sekarang RSUD Melawi sudah punya Dokter Spesialis Jiwa. Tunggu apa lagi? Mari kita sinergikan ini semua untuk memanusiakan manusia sesuai dengan amanat Undang-Undang Negara Republik Indonesia," tegas perwakilan warga masyarakat.

​Kini, mata publik tertuju pada bagaimana Pemda Melawi merespons harapan kolektif dari masyarakatnya. Sinergi yang kokoh antara kebijakan pemerintah, ketepatan penanganan Dinsos, kesiapan medis RSUD, serta dukungan moral dari tokoh lintas elemen di Nanga Pinoh diyakini akan menjadi kunci sukses dalam mengentaskan fenomena sosial ini secara tuntas dan bermartabat.

​Sumber : Masyarakat Peduli Melawi.
© Copyright 2022 - Intelijen Borneo