Breaking News

Akses Satu-satunya Rusak Parah, Warga Nanga Raya Melawi Menjerit Ekonomi Kami Lumpuh.

Melawi Kalbar, IntelijenBorneo.com.
Jeritan hati datang dari warga Desa Nanga Raya, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Satu-satunya akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat kini dalam kondisi rusak parah, menyerupai kubangan lumpur yang nyaris tak bisa dilewati. Kamis, (12/03/26).

​Kondisi jalan yang berlubang dalam dan tergenang air keruh ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada penanganan serius. Akibatnya, aktivitas mobilitas warga, mulai dari pengangkutan hasil pertanian hingga akses kesehatan, terhambat total.

​Bagi warga Desa Nanga Raya, jalan tersebut bukan sekadar jalur transportasi, melainkan jalur hidup. Rusaknya jalan ini berdampak langsung pada melonjaknya biaya logistik dan sulitnya menjual hasil bumi ke luar Desa.

​"Kami sangat menderita. Ini satu-satunya jalan kami. Kalau kondisinya begini terus, bagaimana kami mau makan? Hasil tani tidak bisa keluar, harga barang pokok jadi mahal," ujar salah satu warga dengan nada sedih.
​Tak jarang, kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga terjebak di tengah kubangan lumpur, bahkan hingga mengalami kerusakan mesin atau terguling. Hal ini semakin menambah beban ekonomi masyarakat yang sudah sulit.

​Masyarakat Desa Nanga Raya kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Melawi maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Mereka mendesak para pemangku kebijakan untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan nyata.

​"Kami mohon kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Melawi serta Dinas PUPR terkait, tolong lihat kondisi kami di sini. Jangan biarkan kami semakin terisolasi. Kami butuh perbaikan jalan segera agar bisa menyambung hidup dengan layak," pungkasnya.

​Warga berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus di pusat kota, tetapi juga menyentuh Desa-Desa terpencil yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan Daerah. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan angka kemiskinan di wilayah tersebut akan semakin meningkat akibat akses yang terputus.(Field Investigation Team)

© Copyright 2022 - Intelijen Borneo