Melawi Kalbar,
IntelijenBorneo.com.
Suasana Balai Desa Beloyang tampak berbeda, riuh rendah diskusi hangat menyelimuti ruangan saat tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat Desa se-Kecamatan Belimbing Hulu berkumpul dalam agenda Dialog Rumah Aspirasi Lasarus, S.Sos., M.Si. Bukan sekadar pertemuan formal, kegiatan ini menjadi ruang "bedah masalah" bagi masyarakat di 8 Desa untuk menyalurkan harapan mereka secara langsung melalui tim Rumah Aspirasi pada Rabu,(04/02/26).
Dialog yang Inklusif dan Transparan
Mokarius Doros dan Asianto, selaku narasumber dari Tim Rumah Aspirasi, menegaskan bahwa transparansi adalah kunci. Mereka hadir untuk memastikan bahwa setiap suara dari pelosok Belimbing Hulu—mulai dari isu infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi—tercatat dengan akurat oleh tim notulensi yang dipimpin oleh Martinus Limbung.
"Rumah Aspirasi bukan sekadar nama, ini adalah posko pengaduan hidup bagi warga. Kami ingin setiap warga merasa memiliki wakilnya di pusat," ujar tim dalam sesi dialog tersebut.
Kolaborasi Lintas Tokoh
Kehadiran berbagai elemen menunjukkan betapa pentingnya sinergi ini bagi kemajuan daerah. Tampak hadir dalam diskusi tersebut.
Perwakilan Desa
Kades Nanga Tikan, Keleb, S.Th, beserta delegasi dari Desa Piawas, Nanga Raya, dan tuan rumah Desa Beloyang.
Tokoh Berpengaruh Bapak Sopian Hadi, S.Sos., M.Si., dan YS. Marjitan yang memberikan masukan strategis terkait pembangunan lokal.
Warna Demokrasi Menariknya, kehadiran Bapak Slamet Mustika Widodo (Kader PPP) menunjukkan bahwa perjuangan aspirasi masyarakat melampaui sekat politik demi kepentingan umum.
Suara dari Akar Rumput
Mulai dari perangkat Desa (Kaur dan Kadus), Ketua BPD, hingga penggerak Karang Taruna dan Tokoh Wanita, semua diberikan panggung yang sama untuk bicara. Fokus utama diskusi ini adalah bagaimana mempercepat realisasi program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat Dusun.
Tentang Rumah Aspirasi Lasarus
Rumah Aspirasi ini merupakan inisiatif strategis dari Lasarus, S.Sos., M.Si. untuk memperpendek jarak antara kebijakan Pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan prinsip keterbukaan, setiap aspirasi yang masuk akan dikawal secara profesional hingga ke meja pengambilan kebijakan.
(Mk'D)
Publish : Jon Lendri, S.Sos

Social Header