Melawi, Kalbar - InteliejnBorneo.com. Di tengah riuhnya diskusi pembangunan daerah, sebuah aksi nyata yang inspiratif sekaligus produktif ditunjukkan oleh warga Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Tanpa menunggu kucuran birokrasi, warga bergerak mandiri merajut kepedulian demi keselamatan bersama. Pada Jumat (5/5/2026),
Pemandangan berbeda terlihat di Gang Abdullah, Dusun Rondah Permai, Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh. Lubang-lubang jalan yang selama ini mengintai keselamatan para pengendara bermotor, kini mulai tertutup rapi. Gerakan ini lahir murni dari inisiatif kreatif dan kesadaran produktif warga setempat.
Aksi penambalan jalan ini dimotori oleh Saudara Fanny Akbar, seorang warga yang merogoh kocek pribadi untuk mendanai seluruh kebutuhan material seperti semen dan pasir. Langkah mulia ini pun disambut hangat oleh Bang Ajung, warga sekitar yang dengan sigap turun langsung menyumbangkan tenaga dan keahliannya untuk mengekssekusi penambalan di lapangan.
"Ini adalah bentuk kepedulian spontan kami. Daripada terus mengeluh dan menunggu yang belum pasti, lebih baik kita berbuat apa yang kita bisa demi keselamatan tetangga dan anak-cucu kita yang lewat sini," ujar perwakilan warga di lokasi.
Aksi gotong-royong swadaya ini tidak hanya mencerminkan warisan luhur budaya bangsa, tetapi juga menjadi tamparan halus bernada produktif bagi sistem tata kelola infrastruktur di tingkat paling bawah. Kehadiran Fanny Akbar dan Bang Ajung adalah bukti bahwa masyarakat tidak pernah kekurangan inovasi dan kepedulian.
Meski aksi swadaya ini sukses menyelesaikan masalah jangka pendek, warga Gang Abdullah tetap menaruh harapan besar pada pundak Pemerintah Desa Sidomulyo.Gang Abdullah merupakan gang tua serta jalan inti dan poros namun belum ada pengaspalan justru gang baru dan jalan baru malah sudah di aspal.
Warga sangat berharap aksi penambalan mandiri ini menjadi alarm pengingat (waking call) bahwa ada skala prioritas infrastruktur yang luput dari anggaran Desa.
Pemerintah Desa diharapkan lebih tegas dan transparan dalam memetakan anggaran pembangunan, khususnya untuk akses jalan lingkungan padat penduduk yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Kedepannya, diharapkan ada komunikasi yang lebih hidup antara pihak Desa dan warga Dusun Rondah Permai agar pembangunan dapat berjalan selaras, tanpa harus selalu mengandalkan dompet pribadi masyarakat.
Gerakan dari Gang Abdullah ini adalah potret kecil dari besarnya energi positif masyarakat Melawi. Ketika warga sudah bergerak maju dengan inovasi dan modal mandiri, kini bola panas berada di tangan Pemerintah Desa untuk menyambutnya dengan kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada rakyat.(Red)

Social Header